• Jl. Raya Ragunan No. 29
  • (021) 780 6202, WhatsApp Center 081181340678 (text only)
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Buletin
    • Infografis
    • Pedum/ Juknis
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
46 dilihat       11 Februari 2026

Teknologi Panen Air Kunci Hadapi Hujan Ekstrem, Curah Tinggi Jadi Penopang Produksi

JAKARTA — Anomali iklim yang memicu curah hujan ekstrem dalam beberapa waktu terakhir membawa tantangan serius bagi sektor pertanian. Genangan, banjir, dan rusaknya lahan kerap muncul ketika kelebihan air hujan tidak dikelola dengan baik. Merespons kondisi tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan pentingnya pengelolaan air berbasis teknologi sebagai solusi adaptif dan berkelanjutan.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menegaskan bahwa hujan bukanlah hambatan bagi pertanian selama tata kelola air dilakukan secara optimal. “Melalui penguatan irigasi, perbaikan drainase, dan tata air lahan yang tepat, produksi padi tetap dapat terjaga dan bahkan ditingkatkan,” kata Mentan Amran dalam keterangannya pada Selasa (10/2/2026).

Untuk menjawab tantangan tersebut, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementan mendorong penerapan teknologi panen air sebagai solusi pengelolaan air hujan di lahan pertanian. Teknologi ini dirancang untuk menampung kelebihan air saat musim hujan agar tidak terbuang, sekaligus dimanfaatkan kembali sebagai sumber air pada musim kemarau. Dengan pengelolaan yang tepat, curah hujan tinggi dapat menjadi modal penting dalam menjaga dan meningkatkan produksi pertanian.

Kepala BRMP Fadjry Djufry menjelaskan bahwa transformasi manajemen air merupakan bagian tak terpisahkan dari modernisasi pertanian nasional. Teknologi panen air, menurutnya, tidak sekadar membangun infrastruktur fisik, melainkan rekayasa presisi untuk mengurangi risiko hidrometeorologi akibat perubahan iklim.

“Dengan mengacu pada standar teknis yang tepat, kita memastikan bahwa setiap tetes air hujan yang jatuh di lahan pertanian menjadi faktor produksi, bukan pemicu destruksi lahan akibat banjir," ungkap Fadjry.

Beberapa teknologi panen air yang telah banyak diterapkan di lapangan antara lain embung, dam parit, dan long storage. Infrastruktur ini relatif tidak membutuhkan lahan luas dan dapat dibangun di sekitar area usaha tani, sehingga mudah diadopsi oleh petani.

Berdasarkan kajian teknis, pembangunan unit panen air secara berjenjang mampu menurunkan volume limpasan permukaan hingga 30–40 persen. Dampaknya, genangan di lahan sawah yang rawan banjir dapat berkurang. 

Fadjry mencontohkan penerapan teknologi tersebut di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Pembangunan dam parit di wilayah tersebut tidak hanya berfungsi sebagai mitigasi banjir, tetapi juga mampu meningkatkan indeks pertanaman.

“Selain fungsi mitigasi, air yang tertampung menjadi cadangan strategis untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP). Lahan yang semula hanya memiliki satu siklus tanam (IP 100) dapat ditingkatkan menjadi IP 200 atau lebih karena ketersediaan air irigasi suplesi pada periode transisi musim,” terangnya.

Untuk menjamin efektivitas dan ketepatan pembangunan, pengembangan infrastruktur panen air kini didukung oleh penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) 9230:2023 tentang Spesifikasi Informasi Geospasial Penetapan Zona Pengembangan Infrastruktur Panen Air. Standar ini memastikan pemilihan lokasi pembangunan didasarkan pada analisis hidrologi yang presisi, bukan sekadar ketersediaan lahan.

Menurut Fadjry, standardisasi tersebut menjadi fondasi penting bagi pengembangan pertanian modern di Indonesia. "Standardisasi melalui SNI 9230:2023 memastikan bahwa investasi pemerintah dalam pembangunan embung dan dam parit memiliki akurasi penempatan yang tinggi dan durabilitas jangka panjang," ucapnya.

Selain itu, untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data, BRMP juga telah mengembangkan rekomendasi infrastruktur panen air yang terintegrasi melalui aplikasi Siap Tanam 2.0 yang dapat diakses melalui https://siaptanam.brmpkementan.id/.

“Siap Tanam merupakan aplikasi berbasis data iklim dan hidrologi yang menyediakan rekomendasi waktu tanam dan pola tanam, rekomendasi varietas, estimasi kebutuhan pupuk, dan terbaru telah dilengkapi dengan fitur rekomendasi infrastruktur panen air pertanian yang sesuai untuk wilayah tersebut, hingga level lahan di tingkat desa,” pungkas Fadjry.

Prev Next

- Humas BRMP


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Mentan Amran: NTB Menjadi Pusat Komoditas Bawang Putih dan Jagung Nasional
    09 Feb 2026 - By Humas BRMP
  • Thumb
    Mentan Amran Pamer Kesiapan Swasembada Bawang Putih NTB, Target Hentikan Impor Maksimal 5 Tahun
    09 Feb 2026 - By Humas BRMP
  • Thumb
    Mentan Amran Lantik 55 Pejabat, Tegaskan Meritokrasi dan Akselerasi Produksi Menuju Ekspor
    06 Feb 2026 - By Humas BRMP
  • Thumb
    Sukses Ukir Sejarah Swasembada Pangan, Mentan Amran Tuai Pujian Tokoh Pertanian Nasional
    30 Jan 2026 - By Humas BRMP

tags

Andi Amran Sulaiman Fadjry Djufry Kepala BRMP Mentan Amran Menteri Pertanian Perubahan Iklim

Kontak

(021) 780 6202, WhatsApp Center 081181340678 (text only)
(021) 780 0644
[email protected]

Jl. Raya Ragunan No. 29
Kel. Jati Padang, Kec. Ps Minggu
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Indonesia
12540
www.brmp.pertanian.go.id

© 2024 - 2026 Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian. All Right Reserved