• Jl. Raya Ragunan No. 29
  • (021) 780 6202, WhatsApp Center 081181340678 (text only)
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Buletin
    • Infografis
    • Pedum/ Juknis
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
14 dilihat       20 Oktober 2026

Wamentan Alim Siap Dukung Mentan Amran Percepat Transformasi Pertanian Modern

JAKARTA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Alim Setiawan Slamet menyatakan siap mendukung Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman dalam mempercepat transformasi pertanian nasional melalui penerapan teknologi modern, inovasi, dan riset untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani.

Wamentan Alim menegaskan, upaya mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan perlu ditopang oleh peningkatan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan sistem pertanian. Karena itu, ia akan mengawal pengembangan pertanian modern serta peningkatan produksi komoditas strategis, khususnya kedelai dan bawang putih, sesuai arahan Mentan Amran.

“Dari awal saya bersemangat dan tadi sudah mendapatkan arahan yang lebih jelas tentang tugas saya untuk membantu Pak Menteri mewujudkan swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Dua hal itu bisa dicapai melalui peningkatan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan,” ujar Wamentan Alim dalam acara penyambutan dirinya di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (19/10).

Menurut Wamentan Alim, transformasi pertanian membutuhkan penerapan sistem produksi modern yang didukung inovasi, penelitian, dan teknologi tepat guna. Pengembangan teknologi tersebut perlu terus dilakukan untuk menghasilkan metode budidaya yang lebih produktif dan efisien, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Ia menyebut pengembangan model pertanian modern yang telah diperkenalkan Mentan Amran menjadi salah satu pendekatan yang akan terus didorong. Implementasinya perlu dikawal bersama melalui pengujian dan pengembangan teknologi agar produktivitas pertanian dapat meningkat secara berkelanjutan.

“Pertanian modern hanya bisa dilakukan dengan inovasi, riset, dan teknologi tepat guna. Program yang sudah berjalan akan kita dorong bersama, termasuk meneliti kemungkinan adanya teknologi yang lebih baik. Produktivitasnya sangat menjanjikan, bisa di atas 10 ton per hektare, bahkan lebih. Kalau itu bisa tercapai, tentu swasembada pangan kita bisa lebih berkelanjutan,” katanya.

Selain menjaga keberlanjutan swasembada beras, Wamentan Alim mengatakan peningkatan produksi kedelai dan bawang putih menjadi perhatian dalam pelaksanaan tugasnya. Pengembangan kedua komoditas tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, memperluas areal tanam, serta mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor.

Untuk mencapai target tersebut, berbagai aspek perlu diperkuat, mulai dari pengembangan varietas unggul, penerapan standar operasional prosedur (SOP) budidaya, hingga riset dan pemanfaatan teknologi. Menurutnya, langkah tersebut membutuhkan kolaborasi erat antara Kementan, perguruan tinggi, dan lembaga penelitian.

“Untuk kedelai, orientasinya bagaimana kita mengurangi impor. Peningkatan produktivitas dan perluasan areal tanam menjadi hal penting. Begitu juga bawang putih, yang menjadi salah satu fokus tugas saya,” ujarnya.

Wamentan Alim menambahkan, perguruan tinggi dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memiliki peran penting dalam mempercepat penerapan hasil penelitian di sektor pertanian. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan petani dan kondisi lahan di berbagai daerah.

Ia ingin memperkuat hubungan antara pemerintah, peneliti, dan pelaku usaha tani agar hasil riset tidak berhenti pada pengembangan teknologi, tetapi dapat diterapkan secara nyata untuk meningkatkan produksi dan efisiensi usaha tani.

Sementara itu, Mentan Amran menegaskan bahwa transformasi pertanian dari sistem tradisional menuju pertanian modern merupakan langkah penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat. Strategi tersebut dilakukan melalui pengembangan komoditas unggulan, optimalisasi lahan, pompanisasi, pemanfaatan teknologi, serta penguatan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir.

Mentan Amran juga menekankan pentingnya mengawal keberlanjutan swasembada beras pada 2026 sekaligus mempercepat peningkatan produksi komoditas strategis lainnya. "Dukungan riset dan perguruan tinggi diperlukan untuk mempercepat inovasi serta memastikan program pemerintah memberikan dampak nyata di lapangan" ujar Mentan Amran.

Wamentan Alim menegaskan komitmennya untuk bekerja bersama seluruh jajaran Kementan dalam menjalankan arahan tersebut. Baginya, keberhasilan transformasi pertanian harus tercermin dari peningkatan produktivitas, efisiensi biaya produksi, dan kesejahteraan petani.

Dengan memperkuat pertanian modern, mengembangkan komoditas strategis, serta membangun kolaborasi antara pemerintah dan dunia penelitian, Kementan mendorong percepatan transformasi pertanian sebagai fondasi bagi swasembada pangan yang berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan petani.

Prev Next

- Humas BRMP


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Produktivitas PM-AAS Tembus Hingga 13 Ton, Mentan Amran: Jadi Solusi Hadapi Alih Fungsi Lahan
    03 Sep 2026 - By Humas BRMP
  • Thumb
    Mentan Amran: PM-AAS Gandakan Hasil Panen, Pendapatan Petani Ikut Naik
    02 Sep 2026 - By Humas BRMP
  • Thumb
    Mentan Amran Dorong Pertanian Modern, Panen PM-AAS di Berbagai Daerah Tembus 10 Ton per Hektare
    30 Agu 2026 - By Humas BRMP
  • Thumb
    Produktivitas Nyaris Dua Kali Lipat, PM-AAS Indramayu Tembus 12,35 Ton/Ha
    28 Agu 2026 - By Humas BRMP

tags

Andi Amran Sulaiman BRMP Kementan Kementerian Pertanian Mentan Amran modernisasi pertanian wamentan wamentan alim

Kontak

(021) 780 6202, WhatsApp Center 081181340678 (text only)
(021) 780 0644
[email protected]

Jl. Raya Ragunan No. 29
Kel. Jati Padang, Kec. Ps Minggu
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Indonesia
12540
www.brmp.pertanian.go.id

© 2024 - 2026 Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian. All Right Reserved