Terapkan Sistem Pertanian Modern, Soppeng Berhasil Panen 10,4 Ton/Ha
SOPPENG – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terus mendorong penerapan modernisasi pertanian di Indonesia. Salah satunya melalui berbagai demplot pertanian modern yang mengedepankan efisiensi, presisi dan keberlanjutan sistem budidaya. "Modernisasi pertanian menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan nasional," kata Mentan Amran dalam Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden, awal Januari lalu.
Salah satu gagasan besar Mentan Amran adalah pengembangan Pertanian Modern Indonesia. Konsep ini terinspirasi dari pertanian modern di Arkansas, Amerika Serikat yang sempat dikunjungi 2024 lalu. “Pengadopsian teknologi modern dalam setiap tahap produksi turut menjadi faktor kunci yang membuat sentra pertanian padi Arkansas mampu bersaing di pasar global, hal ini dapat diimplementasikan di Indonesia.” ungkap Mentan.
Atas arahan Mentan Amran, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) membuat plot percontohan pertanian modern arkansas modifikasi Indonesia. Salah satu lokasi percontohan berada di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan seluas 5 hektar yang berada dalam satu hamparan 60 hektar untuk mendukung pengembangan kawasan mandiri benih padi.
Pada plot percontohan tersebut, Rabu (28/01/2026) BRMP melaksanakan panen bersama Wakil Bupati Soppeng dan jajaran, dengan hasil ubinan mencapai 10,4 ton/Ha menggunakan varietas Inpago 12. Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Tanaman Pangan Haris Syahbuddin yang hadir mewakili Kepala BRMP menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan memadukan berbagai komponen teknologi pertanian nonkonvensional yang diterapkan secara menyeluruh pada setiap tahapan budi daya tanaman.
“Teknologi tersebut meliputi penggunaan soil test kit untuk mengetahui status kesuburan tanah sebelum pengolahan lahan, pengolahan tanah menggunakan alsintan, penggunaan varietas unggul bermalai lebat dan perakaran kuat, pemanfaatan aplikasi pendukung rekomendasi pemupukan, penerapan sistem tanam benih langsung (tabela) menggunakan drum seeder dengan jarak tanam jajar legowo 6:1, penambahan input pupuk organik cair, dan pemanfaatan drone untuk aplikasi herbisida dan pestisida,” ujarnya.
Haris menambahkan bahwa pada model pertanian modern ini, penggunaan alat dan mesin pertanian diterapkan pada setiap tahapan, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, hingga panen dan prosesing.
Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle menyampaikan rasa terima kasihnya pada Kementerian Pertanian atas keberhasilan pengembangan sistem pertanian modern di wilayahnya. “Pengelolaan sistem pertanian berbasis teknologi ke depan bukanlah pilihan, namun sebuah keharusan.” ungkapnya. Selle menegaskan akan terus mendukung program Kementerian Pertanian, seperti pembentukan Brigade Pangan yang akan diperkuat dengan pengetahuan mengenai pengelolaan pertanian modern.
Terpisah, Kepala BRMP Fadjry Djufry menjelaskan bahwa pengembangan sistem pertanian modern ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Menteri Pertanian agar seluruh jajaran Kementerian Pertanian secara konsisten mengimplementasikan modernisasi budidaya padi.
Fadjry menegaskan bahwa BRMP hadir untuk menjembatani inovasi dan teknologi pertanian agar dapat diterapkan secara nyata di lapangan, khususnya dalam memperkuat dan mempertahankan swasembada beras nasional. “Swasembada beras bukan hanya target produksi, tetapi merupakan pilar penting kedaulatan pangan dan stabilitas nasional.” pungkasnya.