Sediakan Hewan Kurban ASUH, BRMP Kembali Gelar Bursa Hewan Kurban ke-24
Bogor – Kementerian Pertanian melalui Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) kembali menggelar Bursa Hewan Kurban (BHQ) ke-24 di Lapangan Kantor Pusat Perakitan dan Modernisasi Peternakan dan Kesehatan Hewan (BRMP PKH), Kota Bogor, pada 13 - 26 Mei 2026. Kegiatan tahunan yang telah berlangsung lebih dari dua dekade ini menjadi bentuk komitmen BRMP dalam menyediakan hewan kurban yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) serta sesuai syariat Islam bagi masyarakat.
Penyelenggaraan BHQ ke-24 dilaksanakan BRMP PKH bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor serta Sekolah Vokasi IPB University sebagai bagian dari penguatan sinergi pengawasan kesehatan hewan kurban dan lalu lintas ternak menjelang Iduladha.
Kepala BRMP, Fadjry Djufry, saat membuka kegiatan pada Senin (18/5), mengatakan Bursa Hewan Kurban merupakan agenda rutin Kementerian Pertanian yang terus diperkuat untuk memastikan masyarakat memperoleh hewan kurban yang sehat dan layak.
“Bursa Hewan Kurban ini sudah berlangsung selama 24 tahun dan menjadi bagian dari sinergi BRMP dengan Pemerintah Kota Bogor dalam memastikan hewan kurban yang diperjualbelikan memenuhi persyaratan syariat Islam dan kesehatan hewan,” ujar Fadjry.
Ia menegaskan seluruh hewan yang diperdagangkan telah melalui pemeriksaan kesehatan dan dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Pengawasan dilakukan untuk memastikan hewan bebas dari penyakit menular dan zoonosis seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), antraks, Lumpy Skin Disease (LSD), dan penyakit lainnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor, Dody Ahdiat, mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan BHQ yang dinilai dapat menjadi contoh pengelolaan lapak hewan kurban di daerah.
“Mudah-mudahan kegiatan ini terus berlanjut dan menjadi model penyediaan hewan kurban yang sehat dan sesuai syariat Islam di Kota Bogor,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Fadjry menegaskan BRMP siap menjadi role model pengelolaan hewan kurban yang sesuai standar operasional, memenuhi syariat Islam, dan terjamin kesehatannya. Menurutnya, penguatan pengawasan lalu lintas ternak dan pemantauan lapak penjualan hewan kurban perlu terus dilakukan agar seluruh hewan yang diperdagangkan tetap aman bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala BRMP PKH, Agus Susanto, menyampaikan antusiasme masyarakat terhadap BHQ tahun ini meningkat. Jumlah hewan kurban yang diperjualbelikan naik sekitar 64 persen dibandingkan tahun sebelumnya, terdiri atas 180 ekor kambing dan domba serta 58 ekor sapi yang berasal dari Bogor maupun daerah lain seperti Pagaralam, Sumatera Selatan.
Pada penyelenggaraan tahun ini, BRMP PKH juga mulai memperkenalkan penggunaan alat timbang ternak sebagai bagian dari modernisasi peternakan dan transparansi informasi bagi masyarakat dalam mengetahui bobot hewan kurban yang dibeli.